Panduan praktis Kompitu
Membuat Biokompos dari Rumah
Panduan praktis mengolah daun kering dan bahan organik kebun menjadi kompos melalui proses aerobik dengan bahan terpilah, kelembapan cukup, dan sirkulasi udara yang baik.

Pilah dan Cacah Bahan
Pisahkan bahan organik yang dapat dikomposkan dari plastik, logam, kaca, dan bahan lain yang dapat mencemari kompos. Cacah daun, rumput, dan sisa sayur menjadi ukuran sedang agar lebih mudah tercampur dan terurai.
Bahan cokelat - kaya karbon
- Daun kering
- Ranting kecil yang telah dicacah
- Kertas atau karton polos dalam jumlah terbatas
- Sekam atau bahan kering lainnya
Bahan hijau - kaya nitrogen
- Rumput segar dalam jumlah tipis
- Sisa sayur dan buah
- Ampas kopi atau teh tanpa plastik
- Tanaman kebun yang sehat
Hindari
- Plastik, kaca, dan logam
- Baterai atau bahan kimia
- Tanaman yang terserang penyakit berat
- Kotoran hewan peliharaan
- Daging dan minyak
- Bahan yang terkena pestisida atau herbisida yang tidak diketahui

Siapkan Wadah dan Peralatan
Gunakan karung berpori, keranjang kompos, atau wadah yang memiliki lubang udara dan drainase. Letakkan wadah di tempat teduh, tidak tergenang, dan terlindung dari hujan langsung.
Peralatan yang disiapkan
- Karung, keranjang, atau wadah berpori
- Baskom atau ember untuk mencampur bahan
- Gunting atau alat pencacah
- Sekop kecil
- Sarung tangan
- Masker apabila bahan berdebu
- Terpal atau alas kerja
- Alat pengukur suhu apabila tersedia
Tips Kompitu
Jangan menutup wadah terlalu rapat tanpa ventilasi. Pengomposan aerobik membutuhkan oksigen.

Campurkan Bahan Kompos
Campurkan sekitar 2-3 bagian bahan cokelat dengan 1 bagian bahan hijau sebagai komposisi awal. Sesuaikan campuran berdasarkan kelembapan dan bau, lalu masukkan ke wadah berpori tanpa memadatkannya secara berlebihan.
Contoh perbandingan
- 2 ember daun kering dan 1 ember rumput segar atau sisa sayur
- 3 ember daun kering dan 1 ember bahan hijau
Perlukah menggunakan aktivator?
Aktivator bukan syarat mutlak. Segenggam kompos matang atau sedikit tanah kebun dapat digunakan sebagai sumber mikroorganisme. EM4 dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
Tips Kompitu
Hindari menggunakan nasi basi atau nasi aking secara berlebihan karena dapat mengundang hama dan menimbulkan bau.

Atur Kelembapan dan Rawat
Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk campuran. Jangan menuangkan air terlalu banyak sekaligus. Setelah kelembapan sesuai, aduk atau balik tumpukan minimal satu kali setiap minggu.
Lakukan uji genggam
- Ambil segenggam campuran kompos
- Remas dengan tangan yang memakai sarung tangan
- Campuran harus terasa lembap
- Air tidak boleh menetes deras
Tips Kompitu
Terlalu basah atau berbau: tambahkan daun kering dan aduk. Terlalu kering: tambahkan air sedikit demi sedikit. Terlalu padat: longgarkan dan tambahkan ranting kecil.

Pantau Proses Pengomposan
Periksa kompos minimal satu kali setiap minggu. Amati perubahan warna, suhu, aroma, tekstur, dan kelembapannya.
Tahap awal
Bahan mulai mengalami penguraian dan suhu dapat meningkat. Pastikan campuran tetap lembap dan memiliki cukup ruang udara.
Tahap aktif
Tumpukan dapat terasa hangat dan penguraian berlangsung lebih cepat. Aduk apabila kompos terlalu panas, berbau, atau mulai memadat.
Tahap pendinginan
Suhu mulai menurun dan warna bahan menjadi lebih gelap. Kurangi penambahan bahan baru dan lanjutkan pembalikan ringan.
Tahap pematangan
Kompos mulai beraroma tanah, bertekstur remah, dan bentuk bahan awal semakin sulit dikenali.
Tips Kompitu
Kompos dalam karung atau wadah kecil mungkin tidak mencapai suhu tinggi. Hindari tanaman berpenyakit berat, biji gulma matang, kotoran, atau bahan yang memerlukan sanitasi khusus.

Periksa Kematangan dan Gunakan
Lanjutkan proses pematangan sampai kompos menunjukkan ciri matang dan aman digunakan pada media tanam.
Ciri kompos matang
- Bahan awal sulit dikenali
- Berwarna gelap
- Suhunya mendekati suhu lingkungan
- Beraroma seperti tanah
- Tidak lagi panas atau berbau busuk
- Teksturnya remah dan tidak menggumpal
Cara menggunakan kompos matang
- Campurkan dengan tanah atau media tanam
- Gunakan sebagai bagian campuran media pot
- Taburkan sebagai lapisan tipis di permukaan media tanam
- Simpan di tempat teduh, tidak tergenang, dan memiliki sirkulasi udara
Yang perlu diperhatikan
- Jangan gunakan kompos yang masih panas atau berbau busuk
Perawatan kompos
Kompos Bermasalah?
Buka masalah yang sesuai untuk melihat penyebab dan tindakan perbaikannya.
Bau busuk atau menyengat+
Penyebab: Terlalu basah, terlalu banyak bahan hijau, atau kurang udara.
Perbaikan: Aduk campuran, tambahkan daun kering, dan longgarkan tumpukan.
Tidak terjadi perubahan+
Penyebab: Bahan terlalu kering, terlalu kasar, atau campuran tidak seimbang.
Perbaikan: Tambahkan sedikit air, cacah sebagian bahan, dan tambahkan bahan hijau secukupnya.
Banyak lalat atau hama+
Penyebab: Sisa makanan terbuka atau campuran terlalu basah.
Perbaikan: Tutup permukaan dengan daun kering, hindari bahan berminyak atau daging, dan bersihkan area sekitar.
Terlalu panas atau berasap+
Penyebab: Tumpukan terlalu besar, padat, atau reaksinya sangat aktif.
Perbaikan: Aduk dan bagi tumpukan menjadi bagian yang lebih kecil. Jangan menyiram secara berlebihan.
Kompos menggumpal+
Penyebab: Bahan dicacah terlalu halus dan tumpukan terlalu padat.
Perbaikan: Tambahkan bahan berstruktur seperti daun kering atau ranting kecil.
Logbook Kompitu
Pantau setiap prosesnya
Catat informasi berikut agar proses pengomposan lebih mudah dievaluasi.
- Tanggal mulai pembuatan
- Jenis bahan yang digunakan
- Perbandingan bahan cokelat dan hijau
- Tanggal pengadukan atau pembalikan
- Kondisi kelembapan
- Aroma dan suhu
- Masalah yang ditemukan
- Tindakan perbaikan
- Tanggal kompos dinyatakan matang
Gunakan logbook untuk mencatat tanggal mulai, pembalikan, kondisi, dan tanggal kematangan kompos.