Panduan praktis Kompitu
Pestisida Nabati
Panduan membuat, menguji, dan menggunakan larutan nabati secara terbatas sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu.

Kenali Hama Sasaran
Amati tanaman dan catat jenis hama atau gejala, bagian tanaman yang terdampak, serta tingkat serangannya sebelum memilih larutan.
Yang dapat dilakukan
- Dahulukan sanitasi kebun
- Pangkas bagian yang terserang bila perlu
- Perhatikan keberadaan musuh alami
- Catat kondisi awal tanaman
- Ambil foto pembanding bila memungkinkan
Hindari
- Menyemprot tanpa sasaran yang jelas
- Menganggap semua kerusakan disebabkan hama
- Mengabaikan musuh alami
- Menganggap larutan nabati selalu aman
- Menambah kepekatan tanpa pengujian
Perhatian
Pisahkan tanaman yang menunjukkan gejala berat. Jika penyebab kerusakan tidak jelas atau serangannya berat, mintalah pendampingan penyuluh atau petugas tanaman. Jangan langsung memperpekat larutan.

Siapkan Alat dan Label
Gunakan peralatan bersih yang dikhususkan untuk bahan pertanian. Jangan menggunakan wadah makanan atau minuman untuk membuat dan menyimpan larutan pestisida nabati.
Peralatan
- Ember atau baskom
- Pisau
- Blender atau ulekan khusus
- Saringan halus
- Sendok pengaduk
- Gelas ukur
- Corong
- Botol semprot
- Sarung tangan
- Pelindung mata dan masker bila diperlukan
Informasi pada label
- Nama formula
- Bahan yang digunakan
- Tanggal pembuatan
- Nama pembuat
- Sasaran penggunaan
- PESTISIDA NABATI - BUKAN UNTUK DIMINUM
Perhatian
Simpan alat dan larutan jauh dari anak-anak, hewan peliharaan, makanan, minuman, benih, dan sumber air bersih.

Buat Larutan Kulit Bawang
Masukkan 2 genggam kulit bawang merah bersih ke dalam wadah, kemudian tambahkan 1 liter air bersih. Tutup wadah secara longgar dan rendam selama 24-48 jam di tempat teduh. Saring menggunakan kain atau saringan halus, lalu masukkan ke botol semprot berlabel.
Tips Kompitu
Gunakan kulit bawang yang bersih, tidak berjamur, dan tidak tercampur plastik atau bahan lain. Buat dalam jumlah secukupnya dan gunakan sesegera mungkin.

Siapkan Formula Kombinasi
Cuci seluruh bahan hingga bersih. Potong menjadi ukuran kecil, haluskan menggunakan alat khusus, lalu masukkan ke wadah bersama 1 liter air. Rendam selama 24-48 jam di tempat teduh, saring bila diperlukan, dan catat tanggal pembuatannya.
Bahan tanaman untuk formula awal
- 1 genggam bawang putih
- 2-3 batang serai
- 10 lembar daun pepaya
- Cabai sesuai takaran yang telah diuji dan disepakati
- 1 liter air bersih
Perhatian
Takaran cabai harus diisi berdasarkan formula yang benar-benar telah dipraktikkan dan diuji. Jangan membuat larutan terlalu pekat atau menambahkan bahan lain tanpa uji keamanan tanaman.

Uji dan Semprot
Sebelum digunakan secara luas, semprotkan larutan pada 2-3 daun atau 1 tanaman terlebih dahulu. Tunggu selama 24-48 jam dan periksa apakah muncul bercak, daun terbakar, layu, keriting, atau perubahan warna.
Jika tanaman tidak menunjukkan kerusakan
- Kocok larutan sebelum digunakan
- Semprot pada pagi sebelum terik atau sore hari
- Semprot tipis dan merata pada bagian atas serta bawah daun
- Utamakan bagian tanaman yang menunjukkan serangan
- Jangan menyemprot hingga larutan menetes berlebihan
- Hindari hujan, angin kencang, dan saat lebah atau polinator aktif pada bunga
Hentikan penggunaan apabila
- Daun terbakar
- Tanaman layu atau keriting
- Terjadi perubahan warna yang luas
- Kondisi tanaman semakin memburuk
Perhatian
Catat hasil setelah 24-48 jam. Pengulangan dapat dilakukan sekitar 5-7 hari kemudian hanya jika diperlukan dan tanaman tidak menunjukkan kerusakan. Bila aman dilakukan, bilas daun dengan air bersih dan uji ulang formula pada bagian kecil.
Simpan, Pantau, dan Evaluasi
Larutan berbasis air mudah terkontaminasi dan mengalami perubahan. Sebaiknya buat dalam jumlah kecil dan gunakan pada hari yang sama.
Apabila harus disimpan
- Gunakan botol yang bersih dan tertutup
- Pastikan botol memiliki label
- Simpan di tempat sejuk dan teduh
- Jauhkan dari anak-anak, makanan, dan sumber air
- Gunakan paling lambat 3-7 hari, hanya jika tidak terjadi perubahan mutu
Masih dapat digunakan
- Aromanya masih khas bahan
- Tidak berlendir
- Tidak berjamur
- Tidak terjadi perubahan warna mencolok
- Telah dikocok dan lolos uji terbatas
Jangan digunakan
- Berbau busuk atau menyengat tidak wajar
- Botol menggembung
- Terdapat jamur berlebihan
- Larutan berlendir
- Muncul endapan aneh
- Warna berubah secara mencolok
Perhatian
Apabila nozel tersumbat, saring ulang larutan. Jangan memperbesar lubang nozel dengan benda tajam ketika botol masih berisi.
Evaluasi penggunaan
Pestisida Nabati Bermasalah?
Buka masalah yang sesuai untuk melihat kemungkinan penyebab dan tindakan yang dapat dilakukan.
Hama masih banyak+
Kemungkinan penyebab: Formula kurang sesuai, semprotan tidak mengenai sasaran, atau serangan sudah berat.
Tindakan: Identifikasi ulang, perbaiki sanitasi, dan jangan langsung memperpekat larutan. Mintalah pendampingan apabila serangannya berat.
Daun rusak setelah aplikasi+
Kemungkinan penyebab: Larutan terlalu pekat, tanaman sensitif, atau aplikasi dilakukan saat cuaca panas.
Tindakan: Hentikan penggunaan, bilas bila memungkinkan, catat formula, encerkan, dan lakukan uji ulang pada bagian kecil.
Larutan cepat rusak+
Kemungkinan penyebab: Wadah atau peralatan kotor dan penyimpanan terlalu panas.
Tindakan: Buang larutan, bersihkan alat, buat batch lebih kecil, dan gunakan segera.
Terjadi iritasi kulit atau mata+
Kemungkinan penyebab: Kontak dengan cabai atau ekstrak pekat.
Tindakan: Hentikan pekerjaan dan bilas dengan banyak air. Cari bantuan medis apabila keluhan menetap atau berat.
Catatan penting
Keselamatan penggunaan
- Gunakan sarung tangan serta pelindung mata dan masker bila bahan mudah terciprat atau berdebu.
- Jangan makan, minum, merokok, atau menyentuh wajah selama pembuatan dan aplikasi.
- Cuci tangan, alat, serta pakaian kerja setelah selesai.
- Jangan membuang larutan pekat ke selokan, kolam, atau sumber air.
- Jangan mencampur pestisida nabati dengan pestisida kimia atau produk lain tanpa petunjuk yang jelas.